Hari ini saya meledak di Twitter. Platform yang saya gunakan untuk shitposting, kurasi meme, dan menonton video-video aneh dari seluruh dunia itu berubah menjadi saksi betapa pahitnya kepala saya dalam menghadapi situasi saat ini. Semua berawal dari sebuah unggahan yang menunjukan pemilik warkop yang ditertibkan dengan kekerasan di Gowa, jauh di Sulawesi sana oleh aparat yang sekiranya berwenang. Salah satu korban bahkan adalah seorang wanita yang tengah mengandung 9 bulan. Benar memang mungkin sang pemilik salah karena tidak mematuhi karantina wilayah, namun bukankah yang bersangkutan juga memikirkan biaya kelahiran anaknya? Bukankah sebagai manusia seharusnya kita mengerti untuk melakukan semua ini dengan pendekatan-pendekatan manusiawi? Saya meluluhlantakan kemarahan saya atas kejadian itu dan situasi saat ini. Lalu kemarahan itu membawa saya ke dalam paragraf yang Anda baca sampai saat ini. Telah lebih dari satu tahun kita mengalami situasi ini. Terakhir kali situasi nor...