sumber: liputan6.com Saya bukanlah seorang yang asing dengan karya-karya Yandy Laurens. Sedari umur yang terbilang belia, saya gemar menonton berbagai karya Yandy dalam bentuk webseries. Semuanya bertema dan bergenre romantis dan umumnya diberi bumbu fantasi sebagai pelengkap tabuhan cerita yang disampaikannya. Kegemaran saya mengonsumsi karya-karyanya membuat saya sedikit banyak mengagumi Yandy sebagai seorang pencerita, atau karena mediumnya film, kita sebut sebagai sutradara. Puncaknya, Yandy Laurens transmigrasi ke layar lebar dengan IP sinetron legendaris, Keluarga Cemara sebagai debutnya, yang lagi-lagi dieksekusi dengan begitu baik dan terbilang menghasilkan. Lalu, di penghujung 2023, Yandy Laurens dan Cerita Filmsnya kembali muncul ke layar lebar dengan karya orisinil layar lebar perdananya, "Jatuh Cinta Seperti di Film-Film". Film yang diproduksi oleh Imajinari Films dan diproduseri Ernest Prakasa ini kemudian debut di JAFF 2023. Saya mendefinisikan karya Yand...