Langsung ke konten utama

Postingan

Empat Lima adalah Kemenangan Terakhir sebab Negara Kita Pengecut dan Durhaka

Saya mengetik kalimat demi kalimat di dalam tulisan ini dengan perasaan yang begitu penuh dan beragam. Rasa yang tak hanya dirasakan sukma secara emosional namun begitu nyata bereaksi pada ketubuhan saya. Ada kemarahan yang tak pernah saya rasakan sebelumnya, yang membuat tangan mengepal tiada henti. Ada perasaan takut yang menyelinap masuk pori-pori yang membuat saya tak bisa duduk dengan cukup tenang. Ada perasaan terluka yang membuat paru-paru saya seolah menghirup udara sekaligus logam-logam tak kasat mata.  Saya menyadari rasa ini akan menjadi normal yang baru ketika saya mendengar nama Andrie Yunus. Setahun lalu, ulahnya mendobrak Fairmont membuat saya menulis begitu panjang mengenai amarah-- hari ini, jeritnya, lukanya, dan keberaniannya mewakili perasaan saya dan seharusnya semua warga sipil di republik ini. Saya bukan orang yang cukup sering bersinggungan dengannya-- interaksi saya sebatas bertegur sapa ketika menghadiri Kamisan atau rapat-rapat koalisi masyarakat sipil-- ...
Postingan terbaru

Cemong

Kamu bukan kucing pertama yang aku namain Cemong. Cemong sepemahamanku berarti noda di muka-- yang mana motif warnamu yang belang-belang bikin aku kasih nama itu lagi, Ce buat kamu. Tapi kamu Cemong pertama yang kalau ku pendekin namanya, ku panggil Ce' -- yang lain biasanya " Mong atau Emong ". Kamu juga Cemong paling lama yang singgah di rumah. Biasanya anak-anak kucing kayak kamu netap paling lama 2-3 bulan, ibumu suka galak ngusir anak-anaknya, tapi kamu di rumah hampir 6-7 bulan ke belakang. Kamu pun gak pernah jalan jauh-jauh dari garasi dan jalanan depan rumah. Sadar kali ya kamu, kamu tinggal di negara yang hancur lebur, jadi memang tempat yang aman ya di rumah aja, toh dunia kucing gak perlu bayar pajak, kan.  Aku panggil kamu "Ce "  juga sebenarnya baru-baru ini kan, Cemong . Gara-gara aku nonton SORE dan selalu dengar Yandy Laurens manggil Sheila Dara, Sye waktu promo filmnya, makanya aku panggil kamu itu . Lucu aja di aku manggil kamu gitu-- dan kamu...

Cinta Pertama dan Terakhir

Apa yang akan kamu lakukan ketika cinta pertamamu datang kembali ke hidupmu?  Perasaan seperti apa yang akan hadir pertama menyelimutimu? Pikiran macam apa yang akan pertama kali muncul di dalam kepalamu? Apa ekspektasi yang kemudian tak akan terhindarkan muncul? Kira-kira pikiran dan pertanyaan semacam itu yang muncul di dalam benak saya, ketika pertama kali tahu bahwa SORE: Istri dari Masa Depan, sebuah webseries karya filmmaker yang saya kultus habis-habisan, Yandy Laurens (bisa dilihat di review saya di karyanya yang lain, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film) diumumkan akan dibawa ke layar lebar. Karya Yandy tersebut, memang seperti cinta pertama bagi saya. SORE bahkan technically membantu saya menemukan cinta pertama saya ketika duduk di bangku SMA-- ketika suatu waktu saya dapat "meracuninya" untuk maraton webseries ini-- yang membuatnya kemudian memilih beberapa lagu Adhitia Sofyan menjadi yang terfavorit baginya, selayaknya saya yang dipilihnya sebagai manusia favoritny...

Perihal Amarah

Ketika orang-orang mulai menulis di platform bernama Medium, saya berencana untuk mengaktifkan blog ini lagi. Blog outdated yang bahkan masih menggunakan Blogger ketika mayoritas blog sudah pindah ke  wordpress . Pertimbangannya lebih ke memanfaatkan sesuatu yang sudah ada saja, yang saya pun kurang mengerti kenapa saya milih ngoceh lagi di sini, mungkin karena saya malas untuk beradaptasi dengan platform baru atau karena sayang sudah mulai sejak lama, walaupun pembaca blog ini pun tidak pernah sebanyak itu. Namun, satu hal yang pasti, saya ingin mencoba produktif lagi di tengah energi yang rasa-rasanya semakin mudah tergerus, entah karena banyak kegiatan, terlalu banyak mengeluarkan amarah kepada negara, atau ya, saya semakin payah saja. Tapi rencananya, saya akan mulai rutin nulis lagi setiap minggu di sini, regardless ada yang sudi baca atau tidak, sebab saya butuh mengeluarkan apa yang ada di kepala saya-- yang bagian depannya cukup luas untuk menggantikan landasan udara Halim ...

Keraguan itu Bernama Reformasi

Reformasi menginjak usia yang ke-26 tahun ini. Titik nadir sebuah otoritarianisme sekaligus sebuah awal baru dalam menyongsong iklim demokratis. Menandakan salah satu, apabila tidak pencapain terbesar yang dapat diinisiasi gerakan sipil di Indonesia yang didorong oleh krisis ekonomi, politik, hingga konflik di antara elit. Setidaknya ada enam tuntutan Reformasi: 1. Adili Soeharto dan kroni-kroninya 2. Laksanakan amendemen UUD 1945 3. Hapuskan dwifungsi ABRI 4. Laksanakan otonomi daerah seluas-luasnya 5. Tegakkan supremasi hukum 6.  Ciptakan pemerintah yang bersih dari KKN Lalu, dengan itu dimulailah suatu lembaran baru bangsa Indonesia. Amendemen konstitusi terlaksana empat kali berturut-turut medio 1999-2002. Bersamaan dengan itu fraksi ABRI di DPR lenyap seraya momentum supremasi sipil terus digaungkan, pun institusi Polri dan TNI dipecah dari ABRI. Lalu secara simultan lahir peraturan perundang-undangan yang membuka keran informasi dan iklim yang lebih demokratis, UU Pers, UU HA...

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Sebuah Surat Cinta untuk Sinema

sumber: liputan6.com Saya bukanlah seorang yang asing dengan karya-karya Yandy Laurens. Sedari umur yang terbilang belia, saya gemar menonton berbagai karya Yandy dalam bentuk webseries. Semuanya bertema dan bergenre romantis dan umumnya diberi bumbu fantasi sebagai pelengkap tabuhan cerita yang disampaikannya. Kegemaran saya mengonsumsi karya-karyanya membuat saya sedikit banyak mengagumi Yandy sebagai seorang pencerita, atau karena mediumnya film, kita sebut sebagai sutradara.  Puncaknya, Yandy Laurens transmigrasi ke layar lebar dengan IP sinetron legendaris, Keluarga Cemara sebagai debutnya, yang lagi-lagi dieksekusi dengan begitu baik dan terbilang menghasilkan. Lalu, di penghujung 2023, Yandy Laurens dan Cerita Filmsnya kembali muncul ke layar lebar dengan karya orisinil layar lebar perdananya, "Jatuh Cinta Seperti di Film-Film". Film yang diproduksi oleh Imajinari Films dan diproduseri Ernest Prakasa ini kemudian debut di JAFF 2023.   Saya mendefinisikan karya Yand...

Batu Loncatan Itu Seharusnya Tempat Kita Berpijak

Masih bangun. Jam segini . Sedang suntuk dan lelah untuk berpuisi cengeng soal cinta di blog satunya lagi. Saya memutuskan untuk menumpahkan isi kepala yang sejujurnya jarang begitu berisi di sini untuk saat ini. Saat kalimat ini ditulis, kalender menunjukan tanggal 14 Mei, mungkin di akhir tulisan ini sudah jadi 15.  Aksi Kamisan 773 Semua orang di republik ini harusnya familier dengan tanggal-tanggal ini. Medio 12-15 Mei adalah tanggal-tanggal sakral kemanusiaan, trauma, dan kisah heroik atas keberdayaan rakyat melawan kekuasaan ada dalam satu helaan napas yang sama. Saya selalu bersyukur bisa ditempatkan pada suatu lingkungan yang begitu sadar dan melek atas peristiwa-peristiwa tersebut. Namun, di sisi lain saya kadang merasa saya bukanlah orang yang tepat dan berhak untuk bicara masalah ini.  Peristiwa ini terjadi 4 tahun sebelum saya lahir ke bumi Cengkareng, Jakarta Barat. Sedari kecil, keluarga saya yang mayoritas Betawi Asli rutin menceritakan betapa mencekam masa-masa...