Langsung ke konten utama

Postingan

You need to kill to live

Kepala saya penuh pukul sebelas lewat empat belas malam ketika tangan mulai menggerayangi keyboard untuk menuliskan tulisan ini. Di kepala terputar suara Biarawati yang sedang mengajarkan saya Agama Katolik ketika SD. Saya bukan Katolik, apalagi pemeluk atau pemercaya Tuhan yang taat. Saya sering ingkar, malas, bahkan skeptis atas eksistensi dan kredibilitas Tuhan. Tapi yang jelas, saya ingat definisi manusia diucapkan sang suster bahwa kita itu makhluk sosial. Lalu setelah itu ia meneruskan kalimatnya dengan definisi "kasih" ala Katolik yang tak begitu saya dengarkan karena sedang sibuk bercerita dengan teman sebangku mengenai episode One Piece terbaru.  Saya seyogyanya mempercayai hal tersebut. Bahwa manusia itu makhluk sosial, selalu bergantung pada orang lain, selalu bersimbiosis baik mutualisme maupun parasitisme. Namun, hal tersebut seolah dibantai kenyataan ketika pada akhirnya manusia secara massal terpaksa mengalami near death experience. Pandemi Covid-19 mengelimina...

Menanti Kiprah Sang Messiah

Sumber: bola.net Belanda tak memiliki banyak prestasi dalam konteks sepak bola. Negara yang 350 tahun menjajah Indonesia ini tercatat tak memiliki satu pun gelar dunia. Namun, hal itu tak berarti Belanda tak memiliki peran dalam perkembangan sepak bola dunia. Belanda merupakan salah satu negara yang produktif menancapkan tonggak inovasi pada sepak bola modern. Sebut saja inovasi taktik macam total football , peran Johan Cruyff dalam menginisiasi tiki-taka yang merubah marwah Barcelona bahkan sepak bola modern, hingga pembinaan pemain muda yang diimplementasikan raksasa Ajax Amsterdam yang konsisten memproduksi bintang-bintang kelas dunia. Kini atensi dunia sepak bola kembali mengarah kepada Belanda. Tepatnya pada seorang juru taktik yang menjajal panggung besar liga paling kompetitif dunia, Erik ten Hag. Per musim 2022/2023 pelatih berkepala pelontos ini akan menahkodai klub pengoleksi gelar terbanyak Liga Inggris, Manchester United. Track record ten Hag bisa dibilang cukup menjanjik...

Pemilu Ditarik-Ulur, Konstitusi Babak Belur

Api wacana amandemen konstitusi dan perpanjangan masa jabatan presiden telah menyala bahkan sebelum presiden menyelesaikan masa jabatan di periode keduanya. Bahkan isu amandemen konstitusi telah santer terdengar di masa transisi antara periode pertama dan kedua Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. Isu yang hangat saat itu adalah kebangkitan garis-garis besar haluan negara atau GBHN yang sebetulnya mandat Soekarno pada suatu pidato yang disebut Manipol USDEK pada penghujung masa pemerintahannya yang kemudian diteruskan sebagai GBHN di era Soeharto sepanjang orde baru. Wacana digawangi oleh partai induk dari Presiden sendiri yang sekaligus partai kepunyaan anak dari Soekarno, Megawati Soekarnoputri, PDI-Perjuangan. Hal ini memantik bermacam reaksi. Wacana GBHN yang dibangkitkan kembali ini menimbulkan kecurigaan akan bangkitnya pula sosok diktator di tubuh pengusaha mebel asal Jawa Tengah ini. Namun, seiring berjalannya waktu wacana ini menguap, serupa elektabilitas Puan Maharani di pang...

PSSI: Persekutuan Jahat Berkedok Federasi

  Indonesia merupakan negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia. 270 juta jiwa menggantungkan hidupnya di sini. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar, baik secara wilayah ataupun penduduk se-Asia Tenggara. Sebelum Anda bertanya apa korelasi judul dan paragraf ini, saya akan langsung saja mengutarakan fakta yang dikontamitasi ironi: Tim nasional sepak bola negara besar ini belum pernah menjuarai satu pun kompetisi sepak bola, baik tingkatan konfederasi macam AFF, apalagi kompetisi akbar helatan AFC dan FIFA setaraf piala Asia. Kebanggaan terbesar bagi sepak bola tanah air adalah dua mendali emas Sea Games berusia lebih dari 30 tahun dan dongeng pernah merumput di Piala Dunia pada 1938. Fakta ironis lainnya adalah sepak bola merupakan olahraga paling populer di negara ini. Hal ini seolah menegaskan spesialisasi bangsa ini atas ketidakmampuannya menunjukan kebesarannya.  Lantas, apakah memang sepak bola Indonesia seburuk itu?  Untuk mempermudah perban...

Football Manager adalah Gim yang Digunakan Dajjal di Akhir Zaman untuk Merekrut Pengikutnya

  Anda tentu masih ingat bila melihat bintang Perancis, Antoine Griezmann bergurau dengan rekan setimnya, Kylian Mbappe ketika ia mentransfer rekan setimnya tersebut ke Newcastle United di sebuah gim simulasi sepak bola. Bagi sebagian orang mungkin itu hal biasa atau mungkin sebagian besar tidak mengerti. Namun, bagi orang-orang yang dipilih Dajjal seperti Griezmann, itu adalah sebuah peristiwa yang  komikal.  Ketika industri gim saat ini berlomba-lomba mempertontonkan grafis indah  dengan teknologi tinggi atau sistem gatcha yang membuat orang rela membakar uangnya, SEGA konsisten selama puluhan tahun merilis gim simulasi manager sepak bolanya yang bila kita bandingkan secara teknologi grafis tentu tertinggal jauh dengan apa yang dapat disuguhkan gim sepak bola lainnya seperti EA lewat franchise Fifanya atau Konami dengan PES atau E-Footballnya. Lantas, bila orang lain sibuk membakar uangnya di Fifa Ultimate Team atau membeli bola-bola hitam di PES mengapa saya bi...

Spider-Man No Way Home: Sekadar Fan Service

  Disney kembali merilis film dalam rangkaian seri superhero andalan mereka,  Marvel Cinematic Universe. Kali ini mereka bekerja sama dengan Sony Pictures untuk menggarap film Spider-Man terbaru bertajuk, Spider-Man: No Way Home.   Film ini telah mencuri banyak perhatian bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya dirilis. Perhatian publik sebetulnya telah tercium pada  post-credit scene film terdahulunya, Spider-Man: Far From Home yang menunjukan karakter J. Jonah Jameson dari Daily Bugle yang diperankan oleh pemeran yang sama dalam film Spiderman klasik garapan Sam Raimi, J.K. Simmons. Setelah itu, ramailah teori penggemar yang menghubungkan kemungkinan reuni 3 Spider-Man dengan gimmick multiverse  dalam film ini. Terlebih konsep serupa sebetulnya telah dilakukan Sony pada tahun 2018 silam dalam film animasi pemenang Oscar, Spider-Man: Into The Spiderverse. Dengan antusiasme dan hype yang luar biasa dari para penggemar, tentu ada harapan lebih pada film Spider-Man ...

Manchester United adalah Setan yang Diusir dari Neraka lalu Dirukiah di Dunia Manusia

Lihatlah barisan pemain-pemain yang melakukan selebrasi usai mencetak gol ini. Saya pikir sebelum orang-orang melihat rentetan hasil buruk pasca pertandingan melawan Newcastle ini, semua orang akan percaya bahwa tim ini adalah calon juara terkuat Liga Inggris musim 2021/2022. Namun, setiap orang bisa berencana, tapi takdirlah yang menentukan. Manchester United ternyata hanya juara di bursa transfer. Rentetan hasil buruk ditelan dengan pahit setelah ini. Semua orang mulai mencari kambing hitam. Dimulai dari keberadaan Fred di lini tengah hingga kepantasan Ole Gunnar Solskjaer dalam memimpin tim mewah ini. Fans pun mulai gerah dan frustasi, layaknya keseharian fans-fans Liverpool dan Arsenal sedekade terakhir. Tagar #oleout merebak kemana-mana, kritik juga ditujukan kepada pemain-pemain yang dianggap tidak menunjukan determinasi terhadap logo di jersey merah kebanggaan kota Manchester ini. Lantas, benarkah ini semua salah Solskjaer? Saya pikir sangatlah dangkal bila berpikir bahwa pres...